Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi (BEPH) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan Visualisasi Data Menggunakan Tableau, Evidence-Based Promotion (EBP), dan Advokasi Data Berbasis Storytelling. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari program serupa yang sukses dilaksanakan pada tahun 2024, sekaligus menjadi upaya lanjutan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dalam pemanfaatan data secara efektif.
Pada tahun 2025 ini, tantangan kesehatan di Provinsi DIY semakin kompleks dengan meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, serta ancaman penyakit menular seperti DBD dan TB. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian masyarakat yang merupakan kolaborasi tiga departemen—BEPH, HPM, dan HBES—menggelar pelatihan “Optimalisasi Analisis & Visualisasi Data Berbasis Infografis” bagi Dinas Kesehatan se-DIY pada 5–7 Agustus 2025.

Kegiatan ini diketuai oleh dr. Vicka Oktaria, MPH., Ph.D, FRSPH, dosen BEPH yang juga membuka acara sekaligus memberikan pengantar mengenai konsep dasar visualisasi data. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari enam Dinas Kesehatan se-DIY, dengan rentang usia 26–56 tahun. Mayoritas peserta merupakan perempuan (27 orang) dengan latar belakang profesi beragam seperti surveilans, programmer PTM/PM, promosi kesehatan, penyusun profil kesehatan, dan manajer program. Ragam pengalaman kerja, mulai dari kurang dari satu tahun hingga lebih dari satu dekade, menjadikan diskusi berlangsung dinamis dan kaya perspektif.
Pelatihan ini menghadirkan sesi-sesi materi mendalam dari para dosen dan fasilitator. Bayu Satria, MPH., Ph.D. menyampaikan materi Manajemen Data untuk Visualisasi, yang menekankan pentingnya pengolahan dan penyiapan data sebelum dibuat menjadi grafik atau infografis. Sementara itu, sesi Visualisasi Data Menggunakan Tableau dibawakan oleh dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH., yang memandu peserta mengenal fitur Tableau, menghubungkan data, membuat grafik, hingga menyusun dashboard.

Peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung menggunakan data dummy serta data dari masing-masing Dinas Kesehatan, dengan pendampingan intensif dari para fasilitator. Aktivitas praktik ini membantu peserta memahami langkah-langkah teknis sekaligus menerapkan konsep visualisasi data sesuai kebutuhan program kesehatan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan di DIY semakin mampu mengolah, menyajikan, dan mengadvokasikan data kesehatan secara efektif, sehingga pengambilan keputusan di tingkat daerah dapat lebih tepat sasaran dan berbasis bukti. Pelatihan ini sekaligus memperkuat komitmen UGM dalam mendukung sistem kesehatan yang adaptif, informatif, dan responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Penulis: M. ILham Gibran dan Nanda Melania D.
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!