,

FETP UGM Raih Prestasi dalam National Scientific Conference on Epidemiology (NSCE) 12 di Yogyakarta

Yogyakarta, 23 Juli 2025 – National Scientific Conference on Epidemiology (NSCE) ke-12 kembali digelar dan tahun ini Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat kehormatan menjadi tuan rumah. NSCE merupakan agenda ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh FETP Indonesia dan menjadi wadah strategis bagi para epidemiolog untuk membahas isu kesehatan masyarakat terkini, berbagi pengalaman lapangan, serta memperkuat jejaring profesional lintas wilayah.

Mengusung tema “Surveillance and Early Warning: Confronting Public Health Threats and Global Health Crisis Related to Climate Change”, konferensi NSCE 12 menyoroti pentingnya sistem surveilans epidemiologi dan peringatan dini sebagai upaya menghadapi ancaman kesehatan masyarakat di tengah perubahan iklim global. Berbagai sesi ilmiah, diskusi, dan pemaparan kasus dari berbagai daerah di Indonesia turut meramaikan kegiatan ini.

FETP UGM kembali menunjukkan kiprah akademik dan kontribusi nyata melalui keikutsertaan residen dalam sesi poster presentation dan oral presentation. Dua residen FETP UGM berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih penghargaan prestisius.

Shabrina Riskya Madjid (Residen FETP UGM 2024) meraih 1st Oral Presentation Award atas investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan pada kegiatan buka bersama di salah satu masjid di Kabupaten Gunungkidul. Ia menemukan bahwa para peserta mengalami gejala diare dan nyeri perut setelah mengonsumsi hidangan mie ayam. Analisis epidemiologi klinis dan lingkungan mengarahkan pada dugaan kontaminasi Bacillus cereus, dengan risiko kesakitan 13 kali lebih tinggi pada individu yang mengonsumsi mie ayam dibandingkan yang tidak. Penanganan kasus, analisis faktor risiko, dan pemetaan kasus dilakukan secara kolaboratif antara Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat.

Prestasi lainnya diraih oleh Samsul Ashori (Residen FETP UGM 2023), yang mendapatkan 1st Poster Presentation Award untuk penelitiannya mengenai leptospirosis. Studi ini menyoroti faktor-faktor risiko yang menyebabkan tingginya laporan kasus leptospirosis di Kabupaten Kulon Progo, sehingga dapat menjadi dasar penguatan strategi pencegahan dan pengendalian di daerah tersebut.

Capaian kedua residen ini mencerminkan komitmen FETP UGM dalam memperkuat kapasitas epidemiologi lapangan di Indonesia. Melalui penelitian berbasis bukti dan investigasi lapangan yang komprehensif, para residen tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah tetapi juga berdampak langsung pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat terus memotivasi para residen lainnya untuk berkarya dan berinovasi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Penulis: Vivin Fitriana dan Nanda Melania D.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *