, ,

Evaluasi Sistem Surveilans Haji Gorontalo Mengantarkan Doni Ananda Meraih Best Oral Presentation IAKMI IX

Jawa Tengah, 31 Oktober 2025 – Mahasiswa residen Field Epidemiology Training Program (FETP) tahun 2025, Doni Ananda, meraih penghargaan Best Oral Presentation pada Forum Ilmiah Tahunan IX Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) 2025. Dalam forum bergengsi tersebut, Doni memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Evaluation of the Hajj Health Surveillance System at the Hajj Embarkation of Gorontalo Province, 2025” yang menilai kinerja sistem surveilans kesehatan haji di Provinsi Gorontalo.

Penelitian Doni menyoroti pentingnya penguatan surveilans kesehatan haji mengingat lebih dari 200.000 jamaah Indonesia berangkat setiap tahun, dengan lebih dari 70 persen di antaranya masuk kategori risiko tinggi. Melalui analisis komprehensif terhadap atribut surveilans berdasarkan panduan CDC—meliputi simplicity, data quality, representativeness, timeliness, hingga stability—penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas sistem yang berjalan. Presentasinya menunjukkan bahwa sejumlah atribut, seperti kesederhanaan sistem, kualitas data, representativitas, dan nilai prediktif positif, telah mencapai kategori baik.

Namun, beberapa aspek lain seperti fleksibilitas, sensitivitas, ketepatwaktuan, dan stabilitas ditemukan masih berada pada kategori sedang. Hal ini tecermin dari adanya dua calon jamaah yang gagal berangkat akibat penyakit infeksi dan gangguan kesehatan mental, menunjukkan adanya kebutuhan penguatan deteksi dini sebelum tahap pemberangkatan akhir. Doni juga menekankan perlunya peningkatan integrasi digital, supervisi, serta jalur rujukan yang lebih kuat untuk mendukung sistem yang responsif dan berkesinambungan.

Hasil penelitian tersebut tidak hanya memberikan rekomendasi strategis untuk perbaikan surveilans haji di Gorontalo, tetapi juga berpotensi menjadi model praktik baik bagi daerah lain di Indonesia. Panel penilai IAKMI mengapresiasi kedalaman analisis, ketajaman rekomendasi, serta kemampuan Doni menyajikan data secara jelas dan aplikatif sehingga layak mendapatkan predikat Best Oral Presentation.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi FETP UGM sekaligus menunjukkan kontribusi generasi muda epidemiolog dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan Indonesia. Prestasi Doni diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa residen lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi pengambilan keputusan berbasis bukti.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *