,

Dr. Riris Andono Ahmad Mengisi Sesi Summer Course Mahidol University di Laboratorium Wolbachia UGM

Yogyakarta, 31 Oktober 2025 — Laboratorium Wolbachia di Scince Techno Park Universitas Gadjah Mada kembali menjadi destinasi pembelajaran internasional. Pada kesempatan ini, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D, menjadi pembicara dalam kegiatan summer course yang diikuti oleh mahasiswa dari Mahidol University, Thailand.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober 2025 tersebut memberikan pengalaman belajar langsung mengenai inovasi pengendalian vektor berbasis Wolbachia, sebuah teknologi biologis yang terbukti efektif dalam menurunkan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, seperti dengue, Zika, dan chikungunya.

Dalam pemaparannya, dr. Riris menjelaskan secara komprehensif mengenai sejarah pengembangan teknologi Wolbachia, mulai dari penelitian awal yang menemukan bakteri ini sebagai agen penghambat replikasi virus, hingga proses implementasinya di berbagai negara. Ia juga memaparkan perkembangan riset Wolbachia di Indonesia, termasuk kerja sama ilmiah, desain studi, dan bukti ilmiah yang telah dihasilkan melalui uji lapangan dalam beberapa tahun terakhir.

Peserta summer course juga mendapatkan penjelasan mengenai metode produksi dan pengembangbiakan nyamuk ber-Wolbachia, serta bagaimana strategi pelepasan nyamuk dilakukan secara terukur untuk memastikan keberhasilan intervensi di masyarakat. dr. Riris menekankan bahwa keberhasilan teknologi ini tidak hanya bergantung pada aspek ilmiah, tetapi juga pada dukungan masyarakat, edukasi publik, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tur laboratorium, di mana para mahasiswa diajak melihat langsung proses pertumbuhan dan siklus hidup nyamuk ber-Wolbachia. Mereka mengunjungi beberapa ruang kerja kunci, seperti ruangan pemeliharaan telur, ruang pertumbuhan larva, serta ruangan dewasa yang digunakan untuk memastikan kualitas nyamuk sebelum dilepaskan ke lapangan. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan peneliti dan teknisi, sekaligus memahami tantangan teknis yang dihadapi dalam produksi nyamuk skala besar.

Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa internasional tentang inovasi pengendalian penyakit berbasis biologi, tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik antara UGM dan Mahidol University. Laboratorium Wolbachia UGM, yang merupakan salah satu pusat riset terkemuka di Asia Tenggara, terus menjadi rujukan bagi institusi internasional untuk belajar mengenai pendekatan penelitian dan implementasi teknologi pengendalian vektor yang berbasis bukti.

Kunjungan ini diharapkan semakin membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik di masa mendatang, serta memperkuat peran UGM dalam kontribusinya terhadap pengendalian penyakit menular di tingkat global.

Penulis: Nanda Melania D.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *